Kenapa sekarang mudah sekali di antara kita saling membenci

Spread the love

Masih ingat dengan semboyan “Bhineka Tunggal Ika?” Masih ingat artinya apa? Mungkin sebagian kita telah lupa. “Berbeda-beda tetapi satu jua”. Ya itulah wajah Indonesia yang sebenarnya, keberagaman, banyaknya perbedaan, warna kulit, typical wajah, bahasa, adat, budaya, agama, keyakinan, pandangan politik, dan sebagainya. Puluhan tahun kita hidup dalam persatuan. Tidak kah di antara kita merindukan saat bertukar kue dan ketupat sayur saat hari raya? Tidak kah kita merindukan saat televisi menayangkan harmonis nya hidup antar agama di kota-kota hingga pelosok desa? Saat-saat kampung Nasrani membantu kampung Muslim membangun tempat ibadah, atau sebaliknya. Saat senyum itu milik kita, saat-saat kita merasa nyaman damai dalam perbedaan. Sekarang dimana senyum itu? Sekarang dimana damai? Ketika hati hati kita dipenuhi ketakutan, kecurigaan, membenci perbedaan, menyerang saudara-saudara kita sendiri. Pernah terpikir kemana “persatuan” itu pergi? Pernah?

Ini bukan masalah etnis, bukan pula konflik agama, bukan masalah onta Arab, sumbu pendek, tak bersumbu atau apa pun juga. Ini masalah hati hati yg terluka, dan tidak menemukan jawaban untuk “obatnya.” Ketika kewajiban menutup Aurat (muslimah) dikatakan serbet, kita ayat kami (Al Qur’an) dilecehkan, dihinakan, dan harga diri kami dicabik-cabik. Apa pernah kami berteriak selantang ini? Tidak! Apa pernah kami mendeskriditkan agama lain? Tidak! Apakah pernah pemimpin-pemimpin kami menistakan kitab agama lain? Tidak! Apa pernah selama ini kami menuntut didirikan negara Islam? Tidak! Padahal kami mayoritas di negeri ini, 80% jumlah kami. Apakah dengan jumlah kami yg mayoritas, kami pernah membantai minoritas? Tidak! Jadi apa salah kami? Setelah kami dihinakan, dikerdilkan, dinistakan, dan kami masih disudutkan sebagai pesakitan. Yang kami tuntut hanya satu…KEADILAN!!!

Apakah salah jika kami menuntut keadilan?

Untuk saudara-saudara kami berbeda keyakinan, berbeda etnis dan budaya. Sudahkah kalian melihat dengan adil permasalahan ini? Hilangkan kebencian dari hati hati kalian. Lihatlah dengan kejujuran nurani. Rasakan sakit yg kami rasakan.

Ini masalah pejabat publik yang tidak bisa menjaga lisannya. Ini masalah pejabat publik yg menyakiti warga dan umat Islam. Ini masalah pejabat publik yg mengkotak-kotakkan kita!!! Pernah melihat sejauh ini?

Janganlah kita mudah terprovokasi hal-hal yang nyata-nyata salah, membenarkan yg salah, dan menyalahkan yg benar, hanya karena kita berbeda. Jangan kita menjadi terkotak-kotak hanya karena provokasi politik yg sarat kepentingan dan pundi-pundi rupiah, Yuan dan dollar. Nurani itu adalah kebenaran. Nurani selalu berpihak pada kedamaian. Jika masih membenci kebenaran, bukan lagi nurani yg berkata.

Renungkan lah….

Semoga persatuan, kesatuan dan kedamaian kembali ke pangkuan ibu Pertiwi.

Salam “Bhineka Tunggal Ika.”

Oleh : Alvira Shenny  (Catatan kecil dari yg sangat merindukan kedamaian)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *