Pilih yang Kompeten-Berintegritas

Spread the love

Rabu tanggal 9 April 2014, bangsa Indonesia melaksanakan hajatan besar yaitu Pemilu Legislatif (Pileg). Sebagai mekanisme terpenting dalam demokrasi, Pileg 2014 merupakan salah satu hajatan maha penting bangsa ini untuk menentukan sukses tidaknya perjalanan bangsa, setidaknya, selama lima tahun ke depan. Saat itu, “kedaulatan tertinggi” benar-benar diserahkan kepada rakyat untuk menentukan wakil-wakilnya di DPR, DPD dan DPRD. Oleh karena itu, rakyat tidak boleh menyia-nyiakan  kesempatan tersebut untuk berpartisipasi, kita tidak boleh apatis dan tinggal diam.

Sebagai masyarakat Indonesia yang pernah 32 tahun hidup tanpa demokrasi di zaman Orde Baru,masih butuh waktu lama untuk mencapai tingkat kematangan demokrasi . Tiga kali diselenggarakannya pemilu, 1999, 2004, dan 2009 dengan aman dan damai merupakan suatu kesuksesan tersendiri meskipun dalama perjalananya pernah terjadi kegaduhan politik. Seperti dijatuhkanya Gus Dur dari kursi kepresidenannya di tengah jalan pada tahun 2001. Namun, itu tidak sampai menimbulkan pertumpahan darah seperti di negara-negara Timur Tengah sekarang ini yang mengalami transisi demokrasi yang tidak menentu.

Perjalanan demokrasi Indonesia akan diuji kembali pada pemilu 2014.  Jika pemilu 2014 berjalan jujur, transparan, dan damai maka akan menjadi capaian yang penting bagi kemajuan demokrasi Indonesia yang sudah berjalan 16 tahun, kalau dihitung sejak jatuhnya rezim Orde Baru tahun 1998. Suatu usia yang masih sangat muda jika dibandingkan negara-negara barat sepertiAmerika Serikat yang sudah berabad-abad menjalankan demokrasinya.

 

Jangan Salah Memilih

Mengacu pada pengalaman Pemilu-pemilu sebelumnya, dimana kita sering dikecewakan oleh hasilnya. Dalam Pileg 2014 kali ini diharapkan masyarakat tidak salah pilih alias tidak memilih ‘kucing dalam karung’. Pemilu sebelumnya, terutama Pileg 2009, banyak wakil-wakil rakyat yang terpilih tidak menjalankan konstitusi dan mandat politik yang diberikan oleh rakyat.Banyak dari mereka yang kemudian tersangkut korupsi, bertindak asusila, dan bahkan terlibat persekongkolan jahat mengatur undang-undang yang hanya berpihak pada asing.

Laporan terbaru Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (FORMAPPI) yang disampaikan di Gedung Joeang, Jakarta (03/04), mengindikasikan rapor merah dalam kinerja DPR. Artinya para anggota DPR periode 2009-2014 telah gagal menjalankan tugas-tugasnya sebagai wakil rakyat. Jauh hari sebelumnya, rilis KPK juga menyebutkan bahwa salah satu lembaga negara yang tingkat korupsinya paling tinggi adalah DPR. Fakta ini menunjukan bahwa pada Pileg 2009 kemarin tidak sedikit rakyat yang salah memilih wakil rakyatnya. Mungkin, karena pada saat itu rakyat memilih wakil-wakil rakyat karena berdasarkan tebaran uang, janji-janji palsu dan polesan pencitraan yang membuat mereka tertipu.

Rekam jejak, Kompetensi, dan Integritas

Pileg 2009 bisa menjadi pengalaman yang berharga bagi sekitar 186 juta lebih pemilih (20-30 persennya adalah Pemilih Pemula) agar berhati-hati memilih calon wakilnya. Diperkirakan ada 90% calon wakil rakyat adalah petahana atau muka-muka lama. Sisanya, hanya 10% muka baru.Agar tidak terulang salah pilih, Pileg 2014 merupakan kesempatan para pemilih untuk “menebus kesalahan” dengan lebih teliti, cermat, dan mengenal lebih dekat dengan calon wakil rakyat.

Pertama, rekam jejak. Calon wakil rakyat harus mempunyai jejak rekam yang baik, tidak pernah tersangkut masalah kejahatan, tindakan asusila, praktek korupsi dan lain sebagainya. Dengan jejak rekam yang baik maka calon wakil rakyat bisa dicontoh dan diteladani oleh rakyatnya.Demikian juga, dalam menilai calon wakil rakyat petahana, rakyat perlu melakukan evaluasi atas kinerja mereka selama menjadi anggota DPR, DPD, dan DPRD selama lima tahun ini.

Kedua, kompetensi. Calon wakil rakyat harus mempunyai kapasitas dan kapabilitas dalam menjalankan fungsi-fungsinya sebagai anggota DPR, DPD, DPRD, jika terpilih nanti. Dalam menjalankan fungsi legislasi, anggota dewan harus mempunyai pengetahuan teknik dalam membentuk sebuah UU, yaitu dari mulai perencanan, perumusan, pembahasan dan pengesahan UU.

Selain itu, Caleg harus memahami tentang hierarki perundang-undangan sehingga ketika membentuk sebuah UU tidak menyimpang dari UUD 1945 yang merupakan undang-undang tertinggi dari hierarki perundang-undangan dalam sistem ketatanegaraan Indonesia. Dalam menjalankan fungsi pengawasan, calon wakil rakyatharus mempunyai sikap independen dan keberpihakan kepada rakyat.

Dalam menjalankan fungsi anggaran, calon wakil rakyat harus mempunyai pengetahuan bagaimana mekanisme penyusunan anggaran negara (APBN-APBD) yang pro-rakyat, bukan pro-asing atau pemodal besar. Sehingga penyusunan anggaran itu benar-benar mendorong adanya kesejahteraan dan kemakmuran rakyat.

Yang paling penting adalah integritas. Calon wakil rakyat harus mempunyai sifat tidak hanya jujur tetapi juga amanah. Jujur saja tidak cukup, tanpa adanya keberpihakan pada kebenaran dan keadilan. Dengan integritas, calon wakil rakyat akan mampu mengemban tanggung jawab yang diberikan oleh rakyat, melunasi janji-janjinya pada waktu kampanye, dan akan merealisasikan apa yang diaspirasikan rakyat.

Menjadi Pemilih Cerdas

Sebagai pemilih cerdas, rakyat seharusnya mengetahui pentingnya pemilu sebagai peralihan kekuasaan dan kepemimpinan yang akan menentukan masa depan rakyat lima tahun kedepan.Pemilu bukan hajatan biasa-biasa saja, melainkan hajatan yang akan menentukan nasib rakyat.Oleh karena itu, rakyat harus terlibat langsung dengan cara memilih wakil-wakil rakyat yang mempunyai rekam jejak baik, kompeten, dan berintegritas.

Semakin banyak orang baik yang terpilih, semakin banyak yang akan memperjuangkan aspirasi rakyat. Sebaliknya, jika rakyat salah memilih calon wakil-wakil rakyat, sama halnya rakyat menyerahkan nasibnya kepada orang-orang yang tidak mempunyai rekam jejak, kompetensi, integritas yang baik. Sehingga fungsi-fungsi seperti legislasi, pengawasan, dan penganggaran akan disalahgunakan dalam rangka melanggengkan kekuasaan serta memperkaya diri, keluarga, dan kelompoknya.

 

*) Alumnus Ponpes Tebuireng Jombang dan Ohio University. Saat ini aktif di Gerakan TurunTangan (www.turuntangan.org).

Artikel ini dimuat di Jawa Pos, edisi Selasa, 8 April 2014 (hal. 4):http://digital.jawapos.com/shared.php?type=imap&date=20140408&name=H4-A235834

09.04.14 23:50:15     http://www.kompasiana.com/chozin/pilih-yang-kompeten-berintegritas_54f7acc3a33311707a8b4a5a

,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *